Puisi ini merupakan satu di antara puisi-puisi karya saya yang saya sukai. Sedikit bergaya mistis dan penggunaan kata-kata yang menimbulkan suasana seram.
REOG KEHIDUPAN
Aku masih tak peduli
Kaku dengarnya menepi
Sudah berjalan ke sana kemari
Lempar-lempar jeritmu, di bawah samudera
Dan aku takkan peduli
Garis-garis di cermin putih
Tersenyum ceceran-ceceran bangkai wajah
Redap-redup
Berlari ke sana ke sini
Cara nafas yang mengakar ke pojok semesta
Aku tahu
Reog-reog hidup
Memegang gelas berdarah
Rontak di tengahnya
Bagaimana menurut kawan-kawan puisinya, apakah menarik??
Indahnya dunia, aku dan dirimu menyatu dalam satu hembusan nafas, satu senyum dan satu keharmonisan. Merasakan hijau yang mengelilingi jiwa. Embun pagi yang masih suci. Tangan-tangan mungil yang tersenyum manis memujamu. Dalam keindahan. Dalam keindahan.
Kurangkul satu senyumanSatu dunia, Our World
merdu di satu ketenagan
mengenang satu dunia
masih berembun, masih bening suci nan lembut
Biarkan tangan ini menggapaimu
biarkan jiwa ini memanggilmu
dalam satu kerinduan, kedamaian
dalam satu impian
Biarkan aku berdiri di sini
menahan hari
biar tak pergi
dalam satu pandangan penuh senyuman, aku dan dirimu
Biarkan jiwaku yang lelah
tertidur dipelukanmu
By : Raffkhan
Langganan:
Entri (Atom)